Rabu, 25 Desember 2013

EDUKASI MILITANSI

Lengkingan terompet, bunyi klakson mobil dan motor, raungan knalpot motor - motor yang konon katanya jagoan drag atau apalah itu selalu mengiringi keberangkatan Aremania ke stadion kanjuruhan untuk menyaksikan Arema bertanding. Mobil - mobil pribadi, angkot serta mobil bak terbuka dijadikan alternatif untuk menuju tempat keramat bagi Aremania selain menggunakan sepeda motor. Tua - muda, besar - kecil, laki - perempuan, tumpah ruah di sepanjang jalan. Wow, benar - benar militansi suporter yang sangat mengagumkan. Bahkan bagi saya sendiri yang sudah mahfum dengan hal seperti itu jika berangkat ke Kanjuruhan. Malang, Arema dan Aremania sudah memasuki sepakbola industri sebelum kompetitor lain sadar pentingnya hal ini bahkan bagi PSSI-pun.





Begitu memasuki areal stadion, Aremania menyemut, mengular mengantre untuk memasuki stadion Kanjuruhan. Sayup - sayup genderang perang telah ditabuh, nyanyian - nyanyian pembakar semangat dan peruntuh mental lawan diperdengarkan. Ya, inilah kandang singa bung. Kandang yang membuat lawan ciut nyali sekaligus mengagumi kemegahan Aremania dengan segala atraksinya. Tidak semua, tapi itu bukan masalah. Di liga Inggris, Spanyol, bahkan Jerman sekalipun suporter yang datang ke stadion memberikan dukungan yang berbeda - beda. Ada yang bernyanyi membakar semangat dengan atraksinya, ada juga yang memang menonton dan meniknati pertandingan sepakbola. Tidak bisa dipaksakan untuk bernyanyi dan melakukan gerakan bersama - sama bukan? Tentu saja, isi kepala saja sudah berbeda. Apalagi cara mereka menikmati dan memberikan dukungan kepada Arema pun berbeda - beda. Tapi sekali lagi inilah Aremania, entah dengan cara apa dan bagaimana dukungan yang diberikan.
Namun, dari hal yang menakjubkan dan memgagumkan di atas. Ternyata ada beberapa catatan miring mengenai perilaku militansi Aremania yang kadang berlebihan, terkadang juga tidak taat dan santun. Jika berangkat ke stadion berapa banyak oknum - oknum yang menggunakan syal, bendera atau bahkan tongkat kayu untuk "memaksa" kendaraan - kendaraan lain menyingkir? Atau berapa banyak oknum yang kebut - kebutan dan menjadikan jalanan menuju Kanjuruhan sebagai sirkuit bagi mereka? Atau mungkin berapa banyak oknum yang menggunakan sepeda motor tanpa menggunakan helm atau berboncengan 3 atau lebih? Memang tidak banyak, tapi sangat membuat pengguna jalan yang lain was - was atau bahkan khawatir karena kendaraan mereka tergores. Kita semua juga sudah mahfum sekali jika berada di dalam stadion. Nyanyian - nyanyian pembakar semangat dengan berisi kata - kata kotor juga masih lantang diperdengarkan. Bau alkohol pun kadang menyeruak diantara kerumunan massa.
Aremania yang menjadi basis massa terbesar di Malang, hendaknya menjadi contoh dan tauladan bagi siapapun yang menyanjungnya. Anak - anak kecil usia sekolah sampai kakek - nenek pun takjub dengan Aremania. Sebenarnya potensi ini sangat bagus dan ampuh bila digunakan sebagai senjata untuk mengedukasi khalayak mengenai apapun (Aremania sempat dijadikan pilot project sebagai ikon safety riding di kota Malang.) Akan tetapi realita di lapangan sangat bertolak belakang. Ikon yang harusnya bisa dibanggakan malah rusak citranya akibat para oknum yang mengakui diri mereka sebagai Aremania. Bisa dibayangkan jika nantinya anak - anak yang sering diajak menonton Arema familiar dengan kata - kata kotor yang sering mereka dengar. Bahkan mungkin jika nanti mereka sudah tumbuh besar, kesadaran berlalu - lintas mereka ketika menonton pertandingan Arema juga sangat kurang karena pengalaman mereka mengajarkan seperti itu. Atau mungkin nilai pergeseran moral ketika yang muda sudah tidak lagi mengenal sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Masih merasa jagoankah kita semua sebagai Aremania jika kelak fenomena ini terjadi kepada anak - anak kita? Masih merasa membanggakan kah embel - embel Aremania kita? Hak anda sebagai masing - masing individu jika masih merasa bangga. Tapi saya pribadi, saya merasa gagal sebagai bagian dari keluarga besar Aremania. Tanggung jawab siapa ini, jika kemudian muncul pertanyaan seperti itu. Tidak usah saling tunjuk. Inilah kesalahan kita sebagai Aremania yang tidak bisa menjadi role model bagi para junior kita. Kita yang membiarkan nyanyian dengan kata - kata jorok masih terdengar. Kita yang dengan tidak sadar diri menjadikan jalanan sebagai sarana untuk menunjukkan rasa sombong kita. Aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi filter utama di jalan raya Pun malah melakukan pembiaran.
Militansi memang harus ditanamkan kuat - kuat pada diri kita masing - masing sebagai Aremania. Tanpa militansi kita, Arema bukan apa - apa. Akan tetapi, semua itu harus diimbangi dengan ketaatan adab dan norma serta peraturan yang berlaku. Sadari sedari awal bahwasannya Aremania adalah role model, panutan bagi semua orang. Apa yang dilakukan pasti bakalan ditiru, apalagi oleh para bocah yang masih lugu. Yang hanya mengenal kesenangan. Tugas kita semua untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas bahwasannya militansi kita sebagai suporter tidak membahayakan, srampangan atau urakan. Kita hidup sebagai Aremania yang merupakan bagian dari sebuah masyarakat. Kita tidak berada di hutan teman - teman.
Memang semua ini kembali kepada individu masing - masing, tapi bukankah semakin modern dan industrial sepakbola kita sudah semestinya kita imbangi dengan modern juga pikiran dan tingkah laku kita sebagai suporter? Apalagi menyandang nama suporter Aremania itu sangat besar tanggung jawabnya. Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki pola yang salah ini. Militansi tanpa pengetahuan dan ketaatan apa gunanya? Hanya menimbulkan kerugian bagi orang lain. Kita tanamkan militansi yang berbudaya kepada saudara - saudara kita sesama Aremania. Memang berbicara lebih mudah, tapi belajar untuk menjadi Aremania yang lebih baik itu akan lebih dihargai. Saya juga masih belajar, bahkan anda mungkin guru saya. Jadi mari kita menngeserkan pola pikir kita dan militansi kita ke jalur yang benar. Setiap kita mengenakan atribut Aremania kita, banyak yang menjadikan kita sebagai panutan dan kebanggaan. Maka kita harus bertanggung jawab akan hal itu. Menuju era suporter modern yang open minded dan berbudaya dengan militansi yang jauh lebih besar daripada ini semua.

Tempat Sampah, 25 Desember 2013


Ttd

Tukang sampah

Sabtu, 14 Desember 2013

KAMI YANG (HANYA) TIDAK INGIN AREMA HILANG

Melihat pendapat  dan komentar – komentar di akun media sosial beberapa teman aremania (oknum aremania, bila kita tidak menggolongkan pendapat mereka sebagai pendapat bulat dari kelompok suporter aremania) mengenai penggunaan nama “Cronus” sebagai “pelengkap” nama “Arema” rasanya saya juga tertarik untuk menulis artikel ini. Akan tetapi mohon maaf sekali, tulisan saya ini hanya pendapat pribadi saya. Jangan tersinggung karena kita memang sama – sama mencintai Arema dengan cara kita masing – masing. Oke, saya lanjutkan ya.
Pandangan saya mengenai komentar – komentar ketidak setujuan tersebut adalah saya merasa bangga bahwasannya kita  sama – sama kritis dan peduli terhadap Malang, Arema dan sejarah perjuangan klub ini. Kita sama – sama tidak ingin klub kesayangan warga Malang dan seantero jagat yang mengaku Aremania ini hilang hanya karena ulah segelintir orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Yang hanya memikirkan mencari keuntungan dari sebuah produk (dalam hal ini saya ambil klub sepakbola Arema) tanpa memikirkan kepuasan customer (Aremania). Rasa kebanggaan kita terusik, jiwa kedaerahan kita berontak, harga diri kita sebagai Aremania mungkin juga terlukai. Dan hal yang seperti ini memang wajar, inilah fanatisme dan kecintaan kita semua terhadap Arema.
Akan tetapi, kita juga sebagai orang yang cinta Arema hendaknya mengerti dan paham akan kebutuhan tim itu sendiri. Kita tidak bisa menggeneralisasikan bahwasannya penggunaan embel – embel nama lain di belakang nama klub sangat tidak relevan atau hanya bisa – bisanya manajemen untuk menghilangkan Arema dari Malang atau bahkan mencap manajemen cari untung semata dari nama itu. Ya bagaimana ya, kita sudah memasuki sepakbola industri teman – teman. Pemain bola juga butuh menghidupi keluarganya. Selama penggunaan embel – embel nama “Cronus” tidak merubah nilai histori dari Arema itu sendiri kenapa tidak? Banyak kok di luar sana klub – klub yang kita kenal sekarang dulunya bukan bernamakan yang kita kenal saat ini. Eits, jangan emosi dulu ya. Hehe.. Pasti yang baca tulisan saya protes dan membandingkan dengan klub luar negeri yang sebuah klub dimiliki oleh satu individu atau beberapa individu tidak mencantumkan nama pemilik atau investornya ya? Hehe... Jelaslah, yang memiliki mereka kan individu. Dan kebanyakan individu, individu tersebut punya bisnis lain selain sepakbola (Maaf jika pengetahuan saya kurang ya. Hehe) Coba kita tengok beberapa klub basket / klub voli di Indonesia yang investor – investornya perusahaan – perusahaan atau bumn – bumn. Pasti ada embel – embel perusahaannya bukan? Nah, sama halnya dengan klub kita tercinta ini teman – teman. Sebuah perusahaan yang punya embel – embel “Cronus” menginginkan bahwasannya Arema di embel – embeli “Cronus”. Toh, mereka memberikan kompensasi kucuran dana untuk membiayai Arema juga bukan?
Jangan terlalu su’udzon kepada manajemen bahwasannya mereka akan “mengambil” Arema dengan cara halus teman – teman. Selama kita tidak mempunyai data dan sumber data yang valid untuk membuktikan pernyataan pendapat teman – teman semua, maka itu hanya akan menjadi fitnah. Bukankah fitnah itu lebih kejam daripada tidak memfitnah? Hehe..
Di sisi lain, manajemen juga hendaknya tetap mendengarkan aspirasi teman – teman. Dalam artian, kita semua hanya tidak ingin nama Arema sebagai klub sepakbola hilang. Jangan sampai sejarah perjuangan para founding father Arema itu terlukai. Arema tidak hanya klub sepak bola, Arema adalah identitas kami sebagai orang Malang. Dan orang Malang kesuwur sebagai Arem. Orang Malang bangga sebagai bagian dari Aremania. Ketika Arema dihilangkan sebagai klub sepakbola dari Malang, maka anda sudah mencabut simbol Arema dari hati kami. Tidak akan ada lagi bakso Arema, tambal ban Arema, distro Arema atau yang lain. Mungkin seantero malang dan seluruh Aremania di jagat raya ini juga siap menghadapi manajemen jika sampai mengusik keberadaan Arema dan nilai – nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Jadi sekali lagi, kritikan membangun untuk manajemen memang perlu. Komentar pedas untuk mencambuk manajemen agar memperhatikan kepuasan Aremania juga penting. Perbedaan pendapat pun wajar karena kita memang mempunyai otak yang berbeda – beda. Hehe.. Tapi kita jangan terlalu sibuk mengurusi penggunaan nama “Cronus” sebagai embel – embel nama Arema. Nama Arema lebih besar daripada “Cronus” (bahkan lebih besar daripada nama Indonesia sendiri) teman – teman. Buktinya, teman – teman di tribun selalu menyanyikan “Mau jadi apa INDONESIA tanpa AREMA?” hehe.. Banyak hal yang perlu dibenahi dari kita (termasuk saya sih. Hehe) sebagi individu yang dengan garang mengucapkan “SAYA AREMANIA!!” Tunjukkan langkah kongkrit kita. Jangan tanyakan apa yang sudah manajemen lakukan untuk Arema, tapi tanyakan apa yang sudah kita lakukan untuk Arema. Bukankah begitu lebih bijak? Karena kita bisa seiring sejalan membangun Arema sesuai dengan porsi dan kapasitas kita masing – masing. Manajemen menjalankan, kita dukung sepenuhnya. Akan tetapi kalau manajemen tidak berjalan semestinya sehingga menyebabkan Arema hancur, kita glangsi bersama – sama teman – teman. Hehe...

Salam Satu Jiwa.
Ayas, umak kabeh seduluran AREMANIA!

(pernah dimuat di http://www.wearemania.net/aremania-voice/5240-kami-hanya-tidak-ingin-nama-arema-hilang Rabu, 11 Desember 2013 dengan sedikit perubahan)

Tempat Sampah, 14 Desember 2013


Ttd
Tukang Sampah


Rabu, 11 Desember 2013

PERCAKAPAN SORE HARI

Seperti biasa sih, awalnya cuman saya dan nyonya (gak boleh sirik yeeeee kalau jomblo. Hehe) berniat untuk menikmati sore hari dengan secangkir kopi di kedai kopi (wahaha, bahasanya cuy) yang terletak di salah satu mall di kota Malang (sebut saja Double Dipps - Matos. Memang nama sebenarnya, red. Hehe) maklum memang lagi butuh inspirasi untuk mengundang kejenuhan. Setelah tiba di sana, nyonya memtuskan untuk mengundang beberapa teman dan saya pun juga mengundang teman untuk gabung. Ya, dateng juga sih akhirnya pas sore hari. Padahal saya sama nyonya mulai jam 1 siang. Haha...
Banyak yang diobrolin, mengenai rencana menyulap kampus fair teman nyonya yang diselenggarakan di SMA sekolah saya dulu (maklum, nyonya dan kedua temannya adalah adik kelas saya. kekeke..) menjadi acara yang semulanya biasa - biasa saja menjadi tampak kelihatan luar binasa eh, luar biasa maksudnya. Sampai dengn obrolan setengah berat sekelas tim sukses kampanye calon legilatif (ibu dari cewek teman saya). Warna - warni juga dunia ini, batin saya. Obrolan - obrolan tersebut membuat otak saya sedikit terasah hari ini. hehe..
Yang mau saya bagi kepada anda adalah, dari obrolan - obrolan saya tadi yang paling saya perhatikan adalah soal sharing ide mengenai promo seorang calon legislator. Bukan sok - sokan saya mengerti polotik loh ya, saya tidak mengerti politik itu apa, saya males  dan memang tidak tertarik sama dunia politik yang itu - itu saja. Yang memang dari dulu jaman Yunani kuno dan peradaban lama memang yang namanya politikus itu saling sikut sana sini. Hehe.. Saya hanya mengungkapkan ide kepada cewek (pacar) teman saya itu dengan menggebu - gebu. Untung teman saya tidak merasa cemburu, maklum saya selalu menjatah dia. Lho ya? Haha... Lupakan, lupakan. Kita kembali ke urusan kita. Saya berpendapat bahwasannya jaman sekarang, untuk menjadi seorang calon legislator yang mempunyai kapabilitas dan kredibilitas yang mumpuni selain dari pendidikan dan kemampuan orang itu sendiri, adalah faktor kedekatan antara caleg tersebut dengan masyarakat dapil mereka sendiri. Kedekatan itupun bisa diciptakan (tentunya prosesnya tidak instan), ini tidak semata - mata ketuk pintu kasih uang 20 ribu atau 50 ribu lalu ngomong "ibu / bapak nanti pilih saya ya" bukan seperti itu. pendekatan seperti itu mah kuno! konvensional! haram karena memang dilarang KPU. Hehe...
Maksud saya kedekatan itu bisa diciptakan adalah, ketika caleg hendak mencalonkan diri untuk maju menjadi perwakilan yang duduk di parlemen hendaknya beliau - beliau itu dikenal dan dirasakan oleh orang - orang di dapil pemilihannya. Caranya seperti apa? Saya menekankan kepada cewek teman saya itu bahwasannya, politik uang itu sangat dilarang, bahkan Tuhan bisa marah loh. hehe... lebay ya? Yasudah biarkan saja. Caranya adalah, dengan turun langsung ke masyarkat desa - desa di dapilnya (perlu diketahui, ibu cewek teman saya ini maju di perwakilan DPRD kab/kota) kemudian menggali apa yang menjadi masalah di sebuah desa tersebut, serta mencarikan pemcahannya. Saya mengambil contoh desa X ini populasi masyarakatnya kebanyakan adalah pemuda yang sebagian besar berada dalam usia produktif dan menganggur. Maka yang perlu dilakukan oleh ibu cewek teman saya ini adalah, memberikan lapangan pekerjaan kepada mereka. Ajak kerjasama BLK, lalu kemudian didik para pemuda tersebut di sana, beri mereka keahlian. Kemudian ajak kerjasama perusahaan - perusahaan yang mempunyai program CSR untuk sekiranya sudi memberikan bantuan berupa modal untuk mereka. Jika memang niatnya baik dan proses bargainingnya bagus pasti bisa di acc. Setelah itu diterapkan sistem kontroling yang memantau kelangsungan lapangan - lapangan kerja yang sudah dibuat tadi. Maka dengan begitu manfaat kehadiran seorang caleg bakalan lebih dirasakan dibandingkan kita menggunakan sistem konvensional politik uang. Dan saya rasa itu lebih mengena dan terasa. 
Hehe.. Ngomong memang gampang ya, tapi susah untuk dijalani. Saya sih hanya bisa ngomong, tapi kalau ada yang mau mempekerjakan saya sebagai tim sukses ya kenapa tidak? Hahaha..
Intinya, semua itu tergantung niat kita. Mau seperti apa kita ini? Kalau hanya mencari dan mengejar duniawi saja ya kita tidak akan mendapatkan apapun kelak di akhirat. Beda halnya kalau kita memang ingin bermanfaat buat orang lain, kepuasaan hidup tercapai, rezeki terpenuhi, akhirat juga insyaallah punya garansi. Hehe.. Semangat seorang pengusaha banget kan? 

Tempat Sampah, 11/12/13 (cantik bukan? :p)

Ttd
Tukang Sampah

Selasa, 19 November 2013

Untitled

Aku mendapatimu dalam duka
Sepi tenggelam semakin terpenjara
Antara tawa dan angkara murka
Dan kau tertunduk membisu

Aku menyapamu dalam buaiannya
Merasukimu melalui sapa dan tanya
Kau tertawa melupakan luka sementara

Aku melepasnya untuk mendekapmu dalam kehangatan
Bukan dingin dan panas membara
Berbagi kasih bukan berbagi benci
Meski terkadang perbedaan datang menghampiri

Inilah aku dan kamu saat ini
Dibawah ribuan tatapan sinis dan iri
Aku dan kamu menulis cerita melalui langkah
Aku dan kamu menulis sejarah melalui tawa
Bukan hanya sedih dan duka

Karena mendapatimu menyambutku hangat di kala senja adalah bahagia
Mendapatimu berada disampingku saat pagi tiba adalah keceriaan
Menjumpaimu membimbing anak2ku adalah kepuasan tak ternilai

Ya, di senja ini antara kamu dan aku
Masih bukan siapa2 dalam menjalani takdir
Berusaha meraih mimpi bahagia dalam balutan tawa dan tangis
Inilah aku dan kamu dalam sebuah kisah.


*dedikasi untuk bundanya ava dan jonas. :)

Tempat Sampah, 19 November 2013


Ttd
Tukang Sampah

Jumat, 01 November 2013

Tanpa Rahasia

Sajak itu indah saat terbius romansa
Menghanyutkan dalam buaian asa
Menenggelamkan ribuan luka

Sajak itu adalah saat aku dan kamu bercanda
Sajak itu adalah saat aku dan kamu bertukar pikiran
Sajak itu adalah saat aku dan kamu saling berpelukan
Dan sajak itu adalah saat aku dan kamu merajut mimpi

Sajakku adalah dzikirku
Sajakku adalah doaku
Sajakku adalah ikhtiarku
Agar Dia memelukmu...
Melindungimu...
Menjagamu...
Dan membimbingmu melalui aku

Seperti air mataku yang tak ada habisnya
Seperti cintaku yang berawal dengan keindahan
Inilah sebisaku untuk menjadi imam bagi putra putri kecilmu
Imam bagi keluarga kecilmu
Dalam ikhtiarku memberikan surga untukmu dan putra putrimu

Aku dan sajak ini hanyalah irama kehidupanmu
Yang kadang tak terpandang
Menjadi hal rendah dalam kehidupanmu

Inilah aku menjadi seseorang yang sering menangis karena Tuhan menegur dengan sikapmu
Menjadi seseorang yang terkadang tegar karenamu
Inilah ceritaku dan ceritamu dengan beribu kelokan, tanjakan dan turunan
Menjadi indah karena hanya ada aku, kamu, putra putri kecil kita, sajak - sajak kita dan Tuhan...


Tempat Sampah, 2 November 2013


Ttd
Tukang Sampah

Kamis, 24 Oktober 2013

Bersyukur Itu Asyik

Sudah berulang kali kita diajarkan untuk bersyukur sebagai wujud penghargaan atas nikmat yang dianugerahkan oleh Penguasa bumi, langit dan semesta alam ini. Bahkan di Agama saya ( Islam ; maaf ya buat temen2 non muslim ) di salah satu ayat diterangkan bahwa, " bersyukurlah kamu, maka akan ku tambah nikmatmu. Jika engkau kufur nikmatKu, sesungguhnya siksaku amat pedih " ( maaf - maaf nih ya kalo ada yang salah atau kurang bahkan kelebihan ). Jadi intinya sudah jelas kan bahwa manusia itu diajarkan untuk selalu bersyukur? Apapun kondisinya? Yap, apapun keadaan saya, anda dan kita semua.
Sekarang masuk ke pointnya ya? Siap? Oke.... lanjut. Banyak di antara muda - mudi yang putus cinta, jomblo meratapi nasibnya. Kenapa sih saya seperti ini, kenapa sih hidup saya seperti itu, bla... bla... bla... dsb. Kok ya gak mikir, sudah di kasih Allah nikmat banyak kok gak bersyukur. Nah loh apa hubungannya? Haha.. begini. Yang namanya jodoh itu juga nikmat yang dianugerahkan pula oleh Tuhan saya, Tuhan anda dan Tuhan kita semua. Lalu apa menurut anda, ( wooii ya anda - anda yang meratapi nasib karena putus cinta, gak punya pacar ) Tuhan cuman kasih nikmat itu doang? Kalo kata mas Danang dan mas Darto di The Comment, " Yaaa elllaaaa... " sempit banget yak pikirannya anda - anda ini. Bersyukur dong sudah di kasih Tuhan nikmat buat hidup, bernafas, melihat, mendengar dll, dsb. Masih saja meratapi nasib setelah membaca tu? Yaaaa, terserah anda sih.
Oke, saya lanjutkan. Bagaimana dengan anda - anda yang tidak punya uang, pekerjaan dsb? Intinya sih sama, selama kita semua masih bisa hidup, bernafas, melihat, mendengar, disyukuri saja keadaan itu. Syukur itu tidak bayar kok, gratis bos!
Banyak manfaat jika kita bersyukur, serius deh. Syukur membuat hati menjadi tentram, bisa sebagai ajang introspeksi diri, bisa jadi bahan motivasi. Lengkap deh pokoknya. Alasan apapun meratapi nasib tidak akan membuat maju, move on lah istilah kerennya. Inget, dengan bersyukur karena kita masih bisa bernafas, mendengar, melihat berjalan dsb menjadikan diri kita untuk menjadi lebih baik. Dengan seperti itu kita bisa mengejar dan mengusahakan nikmat - nikmat lain yang disediakan oleh Tuhan. Tidak ada gunanya kita tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Jangan jadi seseorang yang berpendapat kalau diri kita ini sangat tidak beruntung, Tuhan tidak adil dll, jika seperti itu berarti kita terjangkiti virus yang namanya lebay!! Kalau kita mendongak terus ke atas tanpa melihat ke bawah. Jelas kalau kita selalu kalah, tapi coba kalau menengok ke bawah. Banyak diluaran sana yang nasibnya lebih kurang beruntung daripada kita.
Jadi saya tekankan lagi, bersyukur! Bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita. Tapi, jangan bersyukur saja lalu kita tidak berusaha untuk lebih baik. Berusahalah untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Itu juga salah satu cara untuk bersyukur. Kalau kata d'masiv, " syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. " hehe.. saya bakat menjadi penyanyi. Tingalkan gagal move on anda, belajarlah untuk menjadi lebih baik lagi dan kejarlah semua nikmat yang disediakan oleh Tuhan semampu anda serta ingat selalu untuk BERSYUKUR!!

Tempat Sampah, 24 Oktober 2013

Ttd
Tukang Sampah

Minggu, 13 Oktober 2013

Sukses Itu Jalannya Panjang.

Euforia timnas Indonesia yang lolos kualifikasi piala Asia U -19 Myanmar 2014 masih melanda bangsa kita. Seantero negeri sepertinya bangga sekali dengan performa Evan Dimas dkk. Seolah melepas dahaga setelah kekeringan melanda sekian lama. Begitu digdayanya timnas Indonesia hingga tim juara bertahan 12 kali sekelas Korea Selatan U - 19 pun dibuat takhluk di kandang Garuda. Kali ini pun, saya bisa sedikit jumawa ( anda pun boleh kalau mau ) karena sekian lama budaya k-pop dan drama korea merajai negeri ini akhirnya terbayar lunas dengan kemenangan timnas U - 19. Ya, sekali lagi selamat dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena nikmat dan euforia ini.
Tapi tenang, bukan itu yang bakalan saya bahas kali ini. Melainkan proses menuju kesuksesan itu sendiri. Ya, timnas Indonesia U - 19 begitu perkasa karena mereka melewati proses panjang yang melelahkan. Semua tidak ada yang instan ( kecuali mie instan dan kopi seduh. ) . Sama dengan saya, anda dan kita semua yang tengah menjalani proses menuju puncak kesuksesan itu. Tidak mudah, karena mereka juga ditempa begitu lama, diberi pola latihan yang mungkin kadang mereka sendiri jenuh untuk mencapai performa seperti itu. Kalah menang bertahun2 mereka alami sehingga membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh. Sama seperti saya, anda dan ribuan calon orang sukses lainnya.
Banyak yang menyangsikan saya, anda dan ribuan calon orang sukses lainnya dalam menjalani proses kita. Kita mungkin diremehkan, dipandang sebelah mata. Tapi inilah proses sesungguhnya buat kita, disinilah kita ditempa dan diajarkan untuk tetap bersabar, berjuang, berusaha dan berdo'a hingga kita nantinya berada di puncak kesuksesan dengan usaha kita masing - masing. Sekali lagi, tulisan saya dibuat bukan untuk mengajarkan menjadi orang yang memberontak tak terarah. Tapi sebagai bacaan ringan sebelum anda sukses. Kalau mau sukses ya kita harus bersabar, berjuang, bekerja keras dan berdo'a. Jatuh bangunnya harus kita hadapi. Resiko - resikonya juga harus kita hadapi, ini adalah konsekuensi yang harus dibayarkan.
Saat tulisan ini dibuat, saya belum sukses. Sama sekali belum apa - apa! Tapi saya sudah mulai mengarahkan tujuan saya, saya pelan - pelan menjalani prosesnya, menghadapi resiko - resiko. Entah sampai kapan, tapi saya sudah terlanjur menikmati pekerjaan saya sebagai seorang pemimpi. Dan bersyukur kepada Allah SWT, Dia menganugerahkan calon istri yang hebat dan selalu menguatkan saya @iravebry. Ah, terlalu menggambarkan saya ya? Maaf, maaf.. Oke kita lanjutkan.
Setahun, dua tahun atau bahkan sepuluh tahun dan lebih. Kita tidak akan pernah tahu proses itu kapan berakhir dan kesuksesan akan kita jelang. Jadi apakah kita akan menyerah? Ya tutup saja laman ini jika mau menyerah. Tapi jika mau sukses, mari berjalan beriringan dengan saya dan ribuan calon orang sukses lainnya. Mari kita hadapi prosesnya sama - sama, tidak ada kesulitan - kesulitan yang kita hadapi tidak ada jalan keluarnya, Tuhan itu Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dia sayang dengan makhlukNya, jika Dia memberi cobaan pasti diberi juga jalan keluarnya. Tergantung seberapa keras usaha saya, anda dan teman - teman lainnya serta seberapa tulusnya kita berdo'a serta bermanfaat untuk orang lain.
Proses itu panjang dan melelahkan, tapi mau tidak mau kita harus hadapi. Jangan pernah berhenti sebelum Tuhan sendiri yang menyuruh kita untuk berhenti dengan menghentikan nafas kita. Calon istri saya pernah bilang, " suatu hal yang diraih dengan susah payah pasti enak dan indah " dan saya percaya itu. Jadi sekarang, yang saya minta kepada anda adalah mari kita nikmati proses yang diberikan Tuhan beserta kesempatan - kesempatanNya. Jangan pernah berhenti, karena kesuksesan itu pasti, itu hak kita. Siapa tau di detik - detik terakhir anda akan memutuskan berhenti mencoba adalah kesuksesan. Einstein berulang kali gagal sebelum akhirnya menemukan E=mc². Orang yang gagal adalah orang yang tidak pernah mencoba dan merasakan jatuh.
Selamat berjuang buat saya sendiri, anda dan teman - teman saya yang mencoba untuk sukses. Proses itu panjang, jadi mari kita nikmati bait - bait proses kesuksesan ini seperti yang timnas Indonesia U - 19 kita. Sekali lagi, selamat Garuda Jaya!!
Big dreams followed by good attitude and hardworks.

Dedikasi untuk calon istri saya Ira Febriana.

Tempat sampah, 12 Oktober 2013

Ttd
Tukang Sampah

Jumat, 13 September 2013

Sebuah Tempat Dimana Seharusnya Kita Berada

Atas dosa apapun yang dibuat oleh salah seorang anggota keluarga, hendaknya keluarga lainnya bisa memaafkan dan bisa mendukungnya untuk berbuat lebih baik. Tapi apabila para anggota keluarga tidak bisa untuk tetap saling dukung, memaafkan dan membantu. Apakah yang namanya hubungan keluarga itu masih ada? Mungkin secara yuridis, bisa dikatakan “ ya, saya / anda / kita masih mempunyai keluarga “ tapi secara fungsional? Ketiadaan dukungan, bantuan, rasa memiliki satu sama lain akan semakin membiaskan arti keluarga itu. Jika keluarga anda “ normal “ berarti anda tidak harus membaca tulisan ini. Karena tulisan ini hanya untuk anda dan orang lain yang merasa “ terpinggirkan “ ; “ tidak dianggap “ dan lain sebagainya.
Oke saya lanjutkan...
Misalnya, anda atau saya berbuat fatal sekali. Sehingga sangat menyakitkan hati banyak orang di keluarga anda. Apa anda atau saya tidak berhak untuk menikmati kehangatan keluarga dan sikap saling supportnya? Saya rasa seorang pembunuh sekalipun pasti membutuhkan yang namanya kehangatan keluarga dan sikap saling dukung. Apa jadinya jika seorang pembunuh yang kemudian bebas dari hukuman penjara dan hidup dengan status “ mantan narapidana “ seumur hidupnya itu dikucilkan oleh orang orang banyak dan bahkan keluarga sendiri? Padahal, orang tersebut berniat untuk tidak mengulangi perbuatannya dan menginginkan kehidupan yang lebih baik lagi. Bisa jadi, orang tersebut kembali lagi menjadi seorang pembunuh.
Keluarga bukan tempat untuk menjustifikasi seseorang menjadi salah dan benar, karena keluarga bukanlah pengadilan. Keluarga juga bukan tempat untuk mengucilkan seseorang dari kehidupannya karena keluarga bukan tempat untuk menerapkan norma / aturan masyarakat. Tapi keluarga adalah sebuah tempat dimana kita bisa minum teh hangat bersama di sore hari dengan canda tawa. Keluarga adalah sebuah keseruan ketika saat guyonan – guyonan ditimpali satu persatu. Keluarga adalah sebuah tempat dimana saat ayah mengelus pundak anaknya dan ibu memperhatikan anaknya dengan tatapan haru. Keluarga adalah sebuah pembelajaran muncul secara halus dan mendidik. Keluarga adalah sebuah sikap menghormati satu sama lain secara benar.
Saya merasa untuk itulah kehidupan seseorang perlu didukung oleh sebuah keluarga yang sangat sehat. Sebuah keluarga yang hangat, saling dukung dan saling membantu. Ingat ini semua bukan mengenai “ gimana sih, gitu aja kok gak bisa? “ ; “ kamu itu salah! Inget itu! “ , tapi ini semua mengenai “ ayo, segitu aja sih kecil buat kamu. Kamu pasti bisa “ ; “ sudah, kesalahanmu hendaknya diambil hikmahnya buat kamu agar kamu jadi lebih baik.
Saya menulis ini di saat saya merindukan keluarga idaman saya sendiri. Saya dan anda mungkin akan berbeda pandangan dan berbeda teori, bahkan secara teori anda mungkin lebih jago daripada saya. Tapi syukur kalau anda menginginkan sebuah keluarga idaman yang sama seperti saya.

Dedikasi untuk almh. Ibu saya.

Tempat Sampah, 13 September 2013.

Ttd
Tukang Sampah

Teman Lama Punya Cerita, Saya Juga

Hari ini seorang teman kuliah datang dari Jogja bersama pasangannya, niatnya sih mau berlibur menikmati sisa – sisa kenikmatan kota Malang tercinta waktu jaman – jaman kuliah dulu. Saya menjemputnya di gang depan rumah, setelah saya persilahkan untuk beristirahat kemudian sang teman minta diantarkan untuk mencari persewaan motor untuk berkeliling selama di Malang.
Di sepanjang perjalanan teman saya ini bercerita soal pekerjaannya yang seorang asisten manager sebuah restoran cepat saji terkemuka di kota Jogja. Dengan gaji 3,7 Juta dan tunjangan lain – lainnya tentu saja saya tergiur juga sekejap “ Ah, setan ini “ batin saya. Niat saya menjadi pengusaha rupanya masih belum sepunuhnya terbangun dengan kuat. Lalu saya menanyakan tentang  awal mula bagaimana dia bisa masuk ke restoran cepat saji tersebut, dengan sedikit pancingan tersebut maka mulailah dongeng tentang KKN itu masih berlanjut di jaman sekarang ini. Tentang rayuan gaji yang menggiurkan itu tadi dan jenjang karir yang meningkat, bla... bla... bla...
Kemudian saya bertanya mengenai jam kerjanya, berceritalah sang teman saya ini bahwa jam kerjanya yang 3 shift, mulai jam 8.00 – 16.00, jam 16.00 – 00.00, jam  00.00 – 8.00. WOW!! Berarti kemungkinannya dia untuk bersama keluarga jarang sekali kalo sudah menikah dan punya anak, begitu pikir saya.
Nah, salah satu hal yang menjadi ganjalan setiap seorang sarjana yang “ harus “ menjadi seorang pegawai adalah keterikatan waktu untuk selalu bergelut dengan rutinitas pekerjaan yang sangat mengikat. Pergi pagi pulang malam, bertarung dengan target pencapaian, anak buah yang berbeda visi misi dsb. Tentu itu sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran. Bayangkan jika anda seorang sarjana yang memang ingin berguna dan bermanfaat  buat orang lain. Menjadi seorang pengusaha adalah jalan terbaik bagi anda. Dimulai dari nol, dimulai dengan jatuh bangun kemudian usaha yang tidak lancar serta hal – hal lain yang menjadi khas seorang pengusaha adalah hal yang wajar. Asal kemudian anda bangkit dan belajar dari kesalahan – kesalahan anda dan ciptakan omzet yang berlipat ganda.
Mungkin sebagian dari anda berpendapat beda dengan saya, yah itu wajar namanya juga kita di negara Bhineka Tunggal Ika. Kalau anda mau menerima pendapat saya, ya silahkan baca saja tulisan saya ini. Kalaupun tidak, anda tau jalan keluarnya dan selamat hidup dengan rutinitas anda yang menjemukan. Hehe..
Sewaktu saya kuliah dulu saya pernah mendapati dosen yang berbicara kepada saya seperti ini “ Kalau anda menjadi sarjana hanya untuk bekerja kepada orang, sepertinya anda telah salah untuk melanjutkan sekolah anda ke perguruan tinggi. Ciptakanlah lapangan pekerjaan buat orang lain sehingga kehidupan anda sebagai seorang sarjana itu bermanfaat bagi orang lain” Lalu kemudian akhir – akhir ini saya merasa, yah wejangan tersebut ada benarnya ternyata.
Sebagai seorang sarjana, tentu saja kita harus berpikiran lebih daripada seseorang yang bukan sarjana. Bagaimana kita bisa menciptakan peluang besar buat orang lain, sehingga kehidupan seorang sarjana bisa menjadi bermanfaat buat orang lain secara signifikan bisa terasakan. Dengan seperti itu, maka anda bisa membayangkan bagaimana orang lain tertolong dengan usaha kita, bagaimana orang lain bisa tersenyum dan tertawa karena kita. Hanya satu orang? Tidak! Puluhan bahkan ratusan orang jika perusahaan yang anda bertumbuh besar. Tidak hanya itu, anda juga berpotensi untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar anda. Harus saya kasih tahu seperti apa? Oke, misal anda punya clothing store. Anda bisa bekerja sama dengan tukang sablon dan tukang jahit di sekitar anda untuk munyuplai barang yang ada di toko anda tersebut. Misal anda mendirikan Event Organizer, anda menyewa sound sistem, peralatan panggung dsb kepada orang – orang disekitar anda. Nah, itu berarti anda turut serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekita bukan? Dan ya, sekali anda sudah bermanfaat buat orang lain dan turut serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar anda.
Hal terpenting dari itu semua adalah, anda bisa menjadi sarjana yang bisa meluangkan waktu bersama keluarga anda lebih banyak daripada para sarjana yang “ hanya “ menjadi seorang karyawan yang dituntut untuk selalu bergulat dengan rutinitas dan kesibukan. Anda bisa memulai jam kerja anda dan mengakhirinya sesuka anda. Serta yang paling krusial adalah, anda bisa bermanfaat buat orang lain dan menciptakan peluang besar bagi orang lain untuk tersenyum dan tertawa bersama keluarga mereka. Tentu saja, keberhasilan perusahaan anda tergantung bagaimana kerasnya usaha anda, keuletan anda, dan keinginan anda untuk mencapai mimpi anda.
Saya tekankan kepada anda, saya tidak bermaksud menggurui anda, memaksa anda untuk menerima pendapat saya atau menyinggung perasaan anda. Saya masih belajar dari buku – buku dan jutaan orang – orang hebat di dunia ini, termasuk anda.
Oh ya, saya lupa. Anda mau tahu apa yang di ucapkan terakhir kali oleh teman saya sepanjang perjalanan saya tadi? Hehe.. Bersiaplah! " Tapi, bagaimanapun juga lebih enak punya usaha sendiri daripada ikut orang lain "

Tetap bekerja keras, usaha, do’a dan berpikir sedikit aneh di antara orang – orang sekitar anda.

Tempat Sampah, 13 September 2013

Ttd
Tukang Sampah

Kamis, 12 September 2013

Sajak Tak Berotak

Pertanyaan muncul dalam sebuah jalan cerita.
Ketika setan dan malaikat menggelayut.
Inikah kehidupan dalam sebuah drama.
Atau ini hasil pergolakan jiwa - jiwa muda penuh bara.

Sebuah cerita penuh dengan sandiwara.
Membabi buta munculkan entitas diri dalam tawa.
Karya Tuhan pencipta konfrontasi semu.
Dengan bumbu pola pikir manusia - manusia primordial.

Inilah kita saat ini.
Terkungkung dalam penjara.
Menantang tirani konvensional dalam keterpenjaraan.
Terbuai oleh kehidupan hedonis munafik penuh angkara.

Saat tak lagi menghiraukan pencipta konfrontasi.
Atau sengaja melupakan karena ketidak samaan pendapat.

Inilah kehidupanmu dan kehidupanku.
ditengah konvensionalitas dan primordialisme akhir zaman.
Sebuah tuntutan untuk kesempurnaan dalam setiap langkah dan gerak.


Tempat Sampah, 12 September 2013

Ttd
Tukang Sampah